Praktik Manasik Umrah Kelas XII SMA Negeri 3 Luwuk
Di Post Oleh: Malvahitya Tanggal: 20/11/2022 Di Baca31 kali

Ahad, 20 Oktober 2022 SMA Negeri 3 Luwuk menyelenggarakan Praktik Manasik Umrah bagi Siswa dan Siswi Kelas XII sebagai sarana pembelajaran dan pengetahuan mengenai hukum, rukun dan sunnah ketika beribadah umrah. Selain memenuhi nilai praktik, Praktik Manasik Umrah termasuk dalam program kerja OSIS Bidang Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Agama Islam.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Bapak Hi. Aswari Nadjir S. Ag, M. Pdi.

Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa "Pelaksanaan Praktik Manasik Umrah merupakan suatu hal pertama yang dapat dicontoh oleh sekolah-sekolah lain, mudah-mudahan kedepannya bisa berkolaborasi dengan seluruh SMA atau SMP di Kota Luwuk" Tutur Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Kegiatan ini dimulai dari 19 November 2022, dimana seluruh Siswa dan Siswi Kelas XII mengikuti gladi yang dipandu oleh Kepala Sekolah, Ibu Dra. Anniah, M.Pd.

Siswa dan Siswi Kelas XII terbagi menjadi 4 rombongan, dengan setiap rombongan terdapat ketua rombongan dan setiap rombongan dibagi menjadi 4 kelompok kecil yang terdapat ketua kelompok. Setiap rombongan memiliki tanda pengenal berupa pita untuk mengenali anggota kelompoknya.

Dalam Praktik Manasik Umrah terdapat beberapa kegiatan;

1 Cara mengenakan pakaian ihram bagi jama'ah umrah laki-laki. Pakaian ihram laki-laki adalah berupa 2 potong /helai kain yang tidak berjahit.

2. Cara melakukan Tawaf. Tawaf adalah mengelilingi kabah selama 7 kali. Makna tawaf adalah menjaga hati agar selalu mengingat Allah SWT dimanapun berada. Siswa dan Siswi diajari cara mulai tawaf dan bagaimana cara menghitung 7 kali tersebut beserta doa doa yang bisa dibaca.

3. Minum Air Zam-Zam, dengan ketentuan tiga kali tegukan serta berdoa yang dipimpin oleh ketua rombongan.

4. Sai adalah lari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah. Dengan melakukan Sai berarti kita napak tilas perjuangan Siti Hajar yang ditinggal Nabi Ibrahim AS di tengah padang pasir tanpa bekal apa-apa.

5. Tahallul adalah mencukur rambut. Hal ini dilakukan sebagai simbol untuk melepaskan diri dari segala larangan ihram. Bercukur mengandung makna membersihkan diri dari semua hal yang kotor, membersihkan hati, dan pikiran yang tidak bermanfaat. Bercukur melambangkan membuang hal-hal yang buruk menjadi hal-hal yang baik.

Selengkapnya (Facebook Osis Smantil Malvahitya ) : Klik Disini